Apa Itu V2L, Ubah Mobil Listrik Jadi Power Bank Solusi Listrik Padam

Jakarta, MG Auto Indonesia

Mobil listrik

tak cuma alat transportasi, dengan fitur Vehicle to Load (V2L) kendaraan ini juga bisa jadi sumber listrik cadangan layaknya power bank berukuran besar. Fitur ini memungkinkan menyalakan perangkat elektronik saat listrik di rumah padam.

Kemampuan V2L ini menjadi terasa relevan saat sejumlah wilayah Jawa belakangan mengalami pemadaman listrik bergilir. PT PLN (Persero) sebelumnya menjelaskan pemadaman terjadi karena dua pembangkit listrik besar yang dioperasikan produsen listrik swasta keluar sementara dari sistem akibat kendala teknis.

“Kami bekerja

all out

siang dan malam agar semua gangguan ini bisa segera terselesaikan,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam jumpa pers, Jumat (19/6) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu V2L

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

V2L adalah teknologi yang memungkinkan daya baterai mobil listrik dialirkan ke luar mobil, dapat digunakan untuk menghidupkan perangkat elektronik di luar kendaraan.

Menurut keterangan resmi Hyundai Indonesia, fitur ini membuat mobil listrik tak sekadar menyimpan energi untuk menggerakkan roda, tetapi juga menyalurkannya layaknya power bank berukuran besar.

Secara teknis, mobil listrik mengubah arus searah (DC) dari baterai menjadi arus bolak-balik (AC) yang setara listrik stopkontak rumah. Arus itu dikeluarkan lewat adaptor yang dicolok ke port pengisian daya, atau melalui soket bawaan yang tersedia di kabin.

Kapasitas yang membuatnya layak jadi cadangan ada pada ukuran baterainya. Emporia Energy menggambarkan baterai mobil listrik yang umumnya 60 hingga 100 kWh setara puluhan kali lipat kapasitas power station portabel kelas atas yang cuma 2 hingga 3 kWh.

Chery Indonesia menjelaskan saat listrik padam, mobil listrik dengan fitur V2L bisa memberi pasokan listrik sementara untuk kebutuhan rumah seperti lampu, kulkas, hingga Wi-Fi.

Bukan pengganti listrik rumah

Meski begitu, V2L bukan pengganti instalasi listrik rumah secara penuh. Perangkat dinyalakan dengan dicolok langsung ke mobil, bukan dialirkan ke jaringan listrik rumah, sehingga berbeda dengan teknologi vehicle to home (V2H) yang menuntut perangkat dan pemasangan khusus.

Keluaran dayanya pun terbatas, umumnya di kisaran 3,6 kW pada mobil seperti Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6. Artinya V2L pas untuk beban kecil sampai menengah, sementara perangkat berdaya besar mungkin perlu dinyalakan bergantian.

Penggunaan V2L tidak bisa sembarangan. Fitur ini umumnya dipakai saat mobil berhenti atau parkir.

Pada mobil listrik Hyundai, soket di kabin masih bisa digunakan meski mobil berjalan, sedangkan adaptor di port luar hanya berfungsi saat mobil dalam keadaan berhenti.

Pengguna juga bisa menyetel batas pemakaian baterai lewat layar head unit, pada Hyundai dan Chery rentangnya 20 hingga 80 persen. Begitu pemakaian menyentuh batas itu, penyaluran daya berhenti otomatis agar baterai tidak terkuras sampai habis.

Auto2000 menjelaskan seluruh proses diatur oleh sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS). Sistem ini menjaga kestabilan tegangan, mengontrol batas daya, serta mencegah baterai kepanasan akibat pemakaian berlebih.

Satu hal yang perlu diingat, setiap daya yang dipakai untuk perangkat elektronik mengurangi energi untuk berkendara. Karena itu, V2L lebih tepat diposisikan sebagai penolong sementara di kondisi darurat, bukan sumber listrik utama untuk rumah.

(fea)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video MG Auto]

Baca lagi: Purbaya Kantongi Restu China Rilis Panda Bond RI

Baca lagi: Devin/Faathir Janji Evaluasi usai Jadi Runner-up Macau Open 2026

Baca lagi: Honda Serahkan 20 Prelude ke Konsumen Indonesia

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: