
Tangerang, MG Auto Indonesia
—
Mobil listrik
BAIC T1
yang diluncurkan di Indonesia baru tersedia satu varian T1 memiliki sejumlah fitur dan kapasitas baterai lumayan besar untuk menempuh jarak di atas 300 km untuk sekali cas.
Chief Operating Officer (COO) PT JIO Distribusi Indonesia Dhani Yahya mengatakan keputusan menghadirkan satu varian merupakan bagian dari strategi awal perusahaan dalam memperkenalkan produk tersebut ke pasar nasional.
“Kita bawa satu varian. saat ini kita masukkan satu varian,” kata Dhani di Alam Sutera, Tangerang, Kamis (9/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BAIC T1 dikembangkan dari sub-brand BAIC Group, Arcfox, dan bermain di segmen hatchback crossover. Peluncuran model ini sekaligus menandai langkah awal BAIC Indonesia memasuki pasar kendaraan listrik Tanah Air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dhani mengatakan kehadiran T1 merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat eksistensi di segmen kendaraan energi baru.
“Kami tidak sekadar menghadirkan kendaraan listrik baru, tetapi membangun fondasi jangka panjang bagi BAIC Indonesia untuk terus berkembang bersama perubahan kebutuhan konsumen dan perkembangan industri otomotif nasional,” ujarnya.
Dari sisi desain, T1 mengusung filosofi Arc-Flow dengan tampilan modern dan minimalis. Bagian depan dibekali lampu yang saling terhubung dengan logo berukuran kecil di tengah, sementara sektor kaki-kaki menggunakan pelek alloy berukuran 18 inci.
Mobil ini memiliki dimensi panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.572 mm. Untuk ground clearance 181 mm sedangkan jarak antara sumbu roda 2.770 mm. BAIC mengklaim ukuran tersebut menghadirkan ruang kabin yang lebih lega dibandingkan sejumlah kompetitor di kelasnya.
Masuk ke kabin, T1 dibekali panel instrumen digital LCD berukuran 8,8 inci yang dipadukan layar sentuh mengambang berukuran 15,6 inci sebagai pusat pengaturan kendaraan dan sistem hiburan.
Fitur lain yang tersedia meliputi panoramic glass roof seluas 2,34 meter persegi, konektivitas smartphone, pembaruan perangkat lunak melalui over-the-air (OTA), hingga berbagai fitur bantuan berkendara untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan.
BAIC juga menyematkan fitur Extreme Clean Cabin berupa material interior dengan lapisan anti-noda berbasis nano yang diklaim aman bagi bayi.
T1 menggunakan motor listrik berkekuatan 70 kW atau setara 94 tenaga kuda. Motor tersebut dipasangkan dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 42,3 kWh produksi CALB.
Pabrikan mengklaim kombinasi tersebut mampu menghasilkan jarak tempuh di atas 310 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTC, sedangkan kecepatan maksimal hingga 150 km per jam. Mobil ini juga telah mendukung pengisian daya cepat 30-80 persen di bawah 25 menit.
Menurut Dhani, BAIC T1 dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang menginginkan kendaraan listrik dengan kabin lega, teknologi modern, serta biaya operasional yang lebih efisien.
Di Indonesia rencananya akan dijual Rp300 jutaan, sementara pemesanan sudah bisa dilakukan dengan tanda jadi Rp5 juta.
(ryh/mik)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video MG Auto]
Baca lagi: Sinopsis GoldenEye, Bioskop Trans TV 9 Juli 2026
Baca lagi: Telkom Rombak Jajaran Komisaris, Ada Dirjen Komdigi Edwin Hidayat




5 Responses
Sebuah ulasan penutup yang paripurna; artikel ini adalah jembatan emas menuju pemahaman yang lebih paripurna https://coursework.uma.ac.id/index.php/ekonomi/about/submissions
Pembahasannya jelas dan tidak bertele-tele sehingga nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga membandingkannya dengan https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=89337 dan keduanya sama-sama bermanfaat.
Asli, awalnya bingung tapi abis baca ini jadi langsung connect. Eh sekadar sharing, di https://kldp.org/comment/257033 juga ada ulasan yang se-tipe dan seru buat nambah referensi.
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://kldp.org/node/60992, lumayan buat pelengkap.
Setuju sama opini penulisnya, apalagi di bagian kesimpulan. Saya sempet baca referensi pendukungnya juga kemaren di https://kldp.org/comment/258943 nyambung banget.