
Jakarta, MG Auto Indonesia
—
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (
Gaikindo
) mengaku mendorong pemerintah mau memberikan insentif kepada semua mobil elektrifikasi, termasuk
Hybrid
, Plug In Hybrid (PHEV), maupun Range Extended Electric Vehicle atau REEV.
Menurut Jongkie D Sugiarto, Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, dukungan fiskal untuk mobil elektrifikasi selain BEV diperlukan. Sebab, mobil hybrid hingga REEV dinilai tak hanya ramah lingkungan, melainkan memiliki peran dalam menyelamatkan industri komponen otomotif Tanah Air.
Berbeda dari mobil listrik berbasis baterai, kendaraan hybrid masih didukung banyak komponen konvensional. Sedangkan jika semua sudah beralih ke EV tanpa transisi, pabrik komponen saat ini berpotensi tutup lantaran tak lagi memiliki pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Penting lagi mobil hybrid, PHEV, REEV masih memakai komponen-komponen ICE Jadi saya tidak khawatir pabrik radiator tutup, pabrik knalpot tutup, pabrik filter tutup,” kata Jongkie di Jakarta, Senin (13/7).
Selain menyelamatkan pabrik komponen, kata Jongkie, mobil hybrid dkk perlu dukungan sebab teknologi yang digunakan lebih ramah lingkungan dibanding mobil konvensional biasa. Selain itu mobil tersebut juga dapat menjadi solusi di tengah terbatasnya jumlah SPKLU di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi dia dukungan fiskal terhadap mobil hybrid, PHEV maupun REEV penting, walaupun besaran insentif yang diharapkan tentu tak mungkin sebesar BEV.
“Maka dari itu, waktu itu kami mengusulkan, pak tolong diperhatikan ini mobil hybrid, plug-in hybrid, REEV. Jadi kalau nanti ada insentif, tolong dikasih deh, enggak usah sama, seperti BEV Tapi dikasih, karena ini juga bagus,” kata Jongkie.
Untuk diketahui, saat ini pemerintah baru merencanakan insentif untuk EV yang diumumkan pada awal Mei 2026. Kala itu Kementerian Keuangan mengungkap telah menyiapkan insentif untuk 200 ribu kendaraan listrik.
Jumlah tersebut terdiri dari 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik.
Pemerintah juga membuka kemungkinan menambah kuota apabila permintaan masyarakat melampaui target yang telah ditetapkan.
Saat itu program insentif ditargetkan berjalan pada Juni 2026 sebagai salah satu upaya mendorong konsumsi masyarakat pada triwulan III dan IV tahun ini, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
Terkait skema bantuan yang disiapkan, pemerintah sebelumnya merancang diskon pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk mobil listrik sebesar 40 persen hingga 100 persen.
Besaran PPN DTP tersebut akan ditentukan berdasarkan kandungan nikel pada baterai kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia.
Sementara itu untuk sepeda motor listrik, pemerintah menyiapkan subsidi sebesar Rp5 juta untuk pembelian satu unit motor listrik baru.
Namun hingga kini penerapan insentif belum juga terlaksana.
(ryh/fea)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video MG Auto]
Baca lagi: Ini Kata Penonton Awal Film Kung Fu Soccer
Baca lagi: Zahara dan Maddox Pasang Iklan Umumkan Hapus Nama Brad Pitt
Baca lagi: Ketua KPK Nilai Terlalu Dini Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus Febrie




14 Responses
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke https://kldp.org/comment/352302, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.
Sebuah kontribusi pemikiran yang melampaui batas waktu tren sesaat, menawarkan sebuah pandangan jangka panjang yang sangat masuk akal https://www.dibiz.com/truformulacbdgummiesreviews2023usawebsite
Gila, ini sih yang dari kemaren saya cari-cari. Penulisannya asik! Kalau butuh sudut pandang lain, bisa juga baca-baca di https://kldp.org/node/59438 ya guys.
Insightful banget bacanya pagi-pagi gini. Kalau ada yang penasaran sama studi kasus lainnya, coba deh intip https://kldp.org/comment/264996 di situ lengkap juga.
Gaya bahasanya yang sangat lugas dan penuh percaya diri memberikan dorongan motivasi yang sangat kuat bagi pembaca untuk segera bertindak. https://www.dibiz.com/mach5ketogummiesamazon
Keren ulasannya, daging semua! Pas banget nih, barusan gw juga baca materi yang sepemahaman di https://bmoreart.com/2010/01/great-coverage-of-maps-instant-messages.html lumayan buat bahan bacaan ekstra.
Topik yang emang selalu seru buat diulik lebih dalam. Biar diskusinya makin kaya, yuk cek juga ulasan pendukung di https://pastelink.net/orjf5isf.
Penulis punya kecerdasan luar biasa dalam menyaring ilmu-ilmu kompleks menjadi poin-poin sederhana. Tulisan ini sangat membimbing pembaca untuk langsung mempraktikkan teorinya tanpa kebingungan. https://www.dibiz.com/karases214
Data yang disajikan sangat akurat dan ngebantu riset kecil saya jadi lebih cepat selesai. Makasih banyak min. Buat pelengkap materi, coba deh intip pembahasan di https://magic.ly/CATCAT/Penjelasan-Prof-Kaka-Tentang-Turnover-Yang-Sering-Salah-Kaprah
Artikelnya ngebantu banget nih buat nambah wawasan, bahasannya rapi dan gampang dimengerti. Buat pelengkap materi, coba deh intip bahasan menarik di https://www.thenakedscientists.com/articles/science-features/exploring-earths-final-frontier-ocean
Wah, artikelnya menarik sekali dan ngasih banyak sudut pandang baru yang bermanfaat. Makasih ya min udah share. Kebetulan saya sempet baca bahasan pelengkap yang seru juga di https://sio2.mimuw.edu.pl/c/oi22-1/forum/20/2124/
Tulisannya sangat rapi dan penyampaian materinya terstruktur dengan baik. Menarik sekali! Sebagai bahan bacaan pendukung lainnya, tautan di https://www.namepros.com/threads/aged-brandable-short-fixed-price-coms-azatti-com-spylot-com.1349337/ ini sangat direkomendasikan.
Penjelasan di artikel ini benar-benar ngebuka wawasan baru buat saya, bahasannya rapi dan gampang diikuti. Kebetulan saya juga nemu info tambahan yang selaras di https://www.rfdtv.com/pickup-trucks-from-across-rural-america-descend-on-indianapolis-motor-speedway sebagai bahan bacaan extra.
Terima kasih banyak atas pencerahannya lewat artikel yang berbobot ini. Keren abis informasinya admin! Sebagai materi pembanding dari sumber berbeda, kemarin saya nemu tulisan bagus di https://ocj.com/2012/0/page/103/