
Jakarta, MG Auto Indonesia
—
Perilaku konsumen kendaraan komersial, khususnya pengguna truk ringan atau berat, memiliki pola berbeda dibanding pemilik mobil penumpang. Dalam hal perawatan, faktanya bengkel resmi bukan satu-satunya tempat sebagai rujukan.
Menurut Part & Services Business Solution Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Budhi Prasetyo, tidak sedikit pelanggan yang melakukan perawatan kendaraan di bengkel non resmi, atau mengerjakan secara mandiri pasca
free service
habis atau masa garansi berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sampai dengan
free service
. Nah, setelah
free service
ada beberapa customer yang tetap ke kami, ada yang mereka kerjain sendiri atau ada yang kerjain di bengkel luar,” ungkap Budhi ditemui di Jakarta, Jumat (10/4).
Meski tak menjadi rujukan utama, ia mengatakan sekitar 50 persen pengguna kendaraan komersial Isuzu masih memanfaatkan bengkel resmi. Artinya dari 100 pembeli, sekitar 50 di antaranya tetap bertahan merawat kendaraannya di bengkel resmi Isuzu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ya sekitar 50 persen lah,” kata dia.
Lebih dari itu ia tak menguraikan jenis perawatan yang dominan dimanfaatkan konsumen pada bengkel resmi Isuzu. Budhi hanya memastikan seluruh bengkel resmi yang tersebar di Indonesia memiliki beragam layanan, mulai dari servis ringan hingga berat.
“Kami menggali kebutuhan masing-masing customer. Karena customer itu kan segmented, lebar. Segment A seperti ini, B perilakunya seperti ini, C seperti ini. Dan Kami sediakan solusi berdasarkan segmen tersebut,” kata dia.
Strategi
Anjar Rosjadi, Business Solutions Director IAMI mengatakan Isuzu terus berupaya menjaga loyalitas konsumen dengan tak hanya bertumpu pada penjualan unit baru, tetapi mencakup juga layanan purna jual, mulai dari servis hingga penyediaan suku cadang.
Pendekatan ini dirangkum dalam apa yang mereka sebut sebagai
triple action strategy
, yakni menyeimbangkan fokus antara penjualan, servis, dan
spare part
.
“Dan bagaimana memberikan atau memastikan customer itu bisa kembali ke servis atau ke bengkel Isuzu atau ke bengkel Isuzu, adalah pertama kamu secara berkesinmabungan itu memperluas jaringan network dari Isuzu sehingga memudahkan customer untuk datang ke point servis-nya Isuzu,” ucap Anjar.
Menurutnya lagi Isuzu juga terus memperluas jaringan layanan. Sejauh ini Isuzu memiliki 113 dealer dengan standarisasi 3S (sales, servis, spare part) di Indonesia, ditambah dengan outlet 2 S menjadi 129 dealer.
“Kamu juga memperbanyak bengkel Isuzu berjalan, kemudian ada juga bengkel mitra Isuzu semua ini untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan customer untuk aman perawatan kendaraan di jaringan Isuzu,” kata Anjar.
“Jadi kami continue memperluas jaringan dan juga memastikan customer kami itu
uptime
atau penggunaan kendaraan untuk melaksanakan bisnis itu lebih optimal,” ucapnya lagi.
Pada akhirnya, Anjar menambahkan langkah ini tidak hanya meningkatkan kunjungan ke bengkel resmi, tetapi juga memperkuat kepercayaan konsumen terhadap merek.
“Itu strategi-strategi yang kami lakukan untuk dealer,” kata Anjar.
(ryh/dmi)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video MG Auto]
Baca lagi: Eva Manurung Akui Istri Virgoun Hamil, Kini Berusia 7 Bulan
Baca lagi: Respons BI soal Rupiah Sentuh Rp17.128 Terendah Sepanjang Sejarah




One Response
saya bermain di slot rtp tinggi banyak sekali kemenangan yang di raih dan semua pemain mendapatkan 100 persen hadiah di dalamnya mainkan sekarang.