Mobil Diesel Pakai Biodiesel B50, Wajib Perhatikan Komponen Ini

Jakarta, MG Auto Indonesia

Pemilik mobil diesel yang berencana menggunakan bahan bakar minyak (BBM) biodiesel

B50

perlu memerhatikan beberapa komponen penting yang terpengaruh. Perhatian harus makin tinggi bila menyangkut mobil diesel berusia lanjut.

Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan berdasarkan pengalaman penggunaan B30 dan B40, mayoritas kendaraan diesel di Indonesia sebetulnya sudah beradaptasi dengan kandungan biodiesel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, transisi menuju B50 disebut tidak lagi memunculkan efek pembersihan endapan yang signifikan seperti pada tahap awal penerapan biodiesel.

“Perawatan kendaraan berbahan bakar B50 tidak jauh berbeda dengan B40, intinya tetap memerlukan kedisiplinan. Karena sudah terbiasa dengan B30 lalu ke B40, efek pembersihan endapan lama saat naik ke B50 menjadi jauh lebih kecil, sehingga filter bahan bakar tidak perlu diganti secara drastis di awal,” kata Yannes melansir Antara, Kamis (2/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, ia menilai filter bahan bakar tetap menjadi komponen utama yang harus dipantau selama penggunaan B50. Sebab komponen ini merupakan bagian paling sensitif dalam sistem penyaluran bahan bakar.

Yannes menyarankan pemilik kendaraan tetap mengikuti jadwal penggantian filter bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Sementara untuk kendaraan berusia tua, penggantian filter dapat dilakukan sedikit lebih sering sebagai langkah antisipasi.

“Filter bahan bakar tetap menjadi komponen paling sensitif dan sebaiknya dipantau kondisinya,” ujarnya.

Selain filter bahan bakar, pengguna mobil diesel juga diminta memperhatikan kondisi komponen berbahan karet, seperti seal, O-ring, dan selang bahan bakar. Menurut Yannes, karakteristik biodiesel B50 yang sedikit lebih agresif berpotensi mempercepat degradasi komponen tersebut dalam jangka panjang.

“Komponen karet masih berisiko mengalami degradasi lebih cepat dalam jangka panjang, sehingga perlu dicek saat servis berkala,” katanya.

Yannes bilang sistem injeksi dan pompa bertekanan tinggi pada mesin diesel berteknologi common rail juga perlu dipantau. Bersama filter bahan bakar dan komponen karet, kedua komponen tersebut berperan penting menjaga sistem bahan bakar tetap bekerja optimal saat menggunakan B50.

Ia juga menyarankan pengguna menjaga kebersihan tangki bahan bakar dan menghindari penyimpanan B50 terlalu lama agar kualitas bahan bakar tetap terjaga.

Servis rutin di bengkel resmi atau bengkel yang memahami karakteristik biodiesel juga tetap dianjurkan. Menurut Yannes, langkah ini sudah cukup untuk menjaga keandalan kendaraan diesel saat menggunakan B50.

“Dengan perawatan normal yang konsisten, kendaraan diesel kita dapat menggunakan B50 dengan aman dan optimal,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan implementasi wajib B50 dimulai pada Juli 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan hasil uji coba B50 menunjukan performa positif dan seluruh sektor telah siap menerapkan kebijakan ini.

(ryh/fea)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video MG Auto]

Baca lagi: Pengacara Ungkap Alasan Utama Nikita Mirzani Ajukan PK

Baca lagi: Daftar Wilayah Masuk Puncak Musim Kemarau Juli 2026, Waspada Dampaknya

Baca lagi: Negosiasi Delegasi AS dan Iran di Qatar Rampung, Apa Hasilnya?

17 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: