Mobil Listrik Mengubah Gaya Berkendara, Apa Saja yang Berbeda?

Jakarta, MG Auto Indonesia

Beralih menggunakan mobil listrik atau electric vehicle (

EV

) akan mengubah banyak hal, salah satunya pola serta kebiasaan mengemudi sehari-hari.

Praktisi otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai perpindahan dari mobil bermesin pembakaran internal (ICE) ke EV membuat pengguna harus beradaptasi dengan cara penggunaan kendaraan yang berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“EV berpotensi mengubah kebiasaan mengemudi secara fundamental. Pengguna didorong untuk lebih sadar terhadap konsumsi energi, dikondisikan untuk mau tidak mau dipaksa merencanakan perjalanan secara strategis, dan mengintegrasikan rutinitas pengisian daya ke dalam keseharian,” kata Yannes saat dihubungi Minggu (10/5).

Menurut Yannes perubahan tersebut bagian dari transformasi gaya hidup masyarakat modern.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini merupakan pergeseran gaya hidup yang lebih luas, dari awalnya kendaraan hanya sekadar mobilitas dan gaya hidup menuju ekosistem hidup berbasis teknologi dan keberlanjutan,” ujarnya.

Selain itu, Yannes bilang penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik berbasis baterai dipengaruhi faktor generasi. Kata dia tiap kelompok umur bakal memiliki pertimbangan berbeda sebelum memutuskan untuk menggunakan EV.

“Faktor generasi juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan EV ya. secara makro, Gen Z lah sebenarnya yang paling reseptif, didorong kesadaran iklim dan afinitas digital mereka yang tinggi,” katanya.

“Sedangkan milenial menerima EV sebagai pernyataan identitas modern sekaligus pertimbangan ekonomi jangka panjang. Gen X bersikap lebih pragmatis, adopsi terjadi jika dan hanya jika kalkulasi biaya total kepemilikan terbukti menguntungkan,” ucap Yannes.

Yannes melanjutkan era baby boomers cenderung paling skeptis, karena memprioritaskan keandalan yang telah teruji.

Populasi kendaraan listrik di Indonesia hingga Maret 2026 mencapai 358.205 unit. Jumlah tersebut terdiri atas 236.451 unit sepeda motor listrik, 119.638 unit mobil penumpang listrik, 798 unit bus listrik, 537 kendaraan komersial listrik, serta kategori lainnya.

Selain itu jumlah SPKLU aktif per Desember 2025 baru mencapai 4.778 unit di 3.093 lokasi.

(ryh/fea)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video MG Auto]

Baca lagi: OJK Dukung Demutualisasi BEI, Proses Masih Dibahas Pemerintah-DPR

Baca lagi: Mobil Listrik Makin Populer, Kenapa Masih Banyak yang Tak Mau Beli?

Baca lagi: Yamal Bawa Bendera Palestina dan Pamer Kaus Anti-Madrid di Pesta Juara

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: