
Jakarta, MG Auto Indonesia
—
Masyarakat yang telat membayar pajak kendaraan bermotor tidak dapat membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi
Pertalite
berlaku di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (1/7).
Larangan itu tercantum dalam Peraturan Gubernur NTT Nomor 13 Tahun 2025 yang sudah ditandatangani oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena.
Dalam beberapa hari terakhir, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda/Bapenda) gencar melakukan pengecekan kendaraan yang belum membayar pajak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendaraan yang belum bayar pajak akan dipasangkan stiker berwarna merah. Sementara yang sudah membayar pajak akan dipasang stiker berwarna biru, agar bisa diketahui oleh petugas SPBU saat melakukan pengisian BBM jenis pertalite.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Dr. Rolland E. Fanggidae meminta pemerintah mengkaji kembali wacana pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi pemilik kendaraan yang menunggak pajak.
Kepada ANTARA di Kupang, Selasa, dia menilai tujuan meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak daerah merupakan langkah yang patut diapresiasi. Namun, instrumen yang digunakan perlu disesuaikan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat.
“Tujuannya tentu baik, yaitu meningkatkan kepatuhan pajak dan memperkuat fiskal daerah. Tetapi instrumen yang dipakai perlu dikaji ulang,” katanya mengutip
Antara
.
Rolland menilai, pajak kendaraan merupakan penerimaan daerah, sedangkan subsidi BBM berasal dari APBN dan diberikan pemerintah pusat berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan berdasarkan status kepatuhan membayar pajak daerah.
Ia menilai penggunaan kebijakan pembatasan akses BBM bersubsidi sebagai alat penagihan pajak daerah berpotensi menimbulkan persoalan dari sisi efektivitas maupun keadilan.
Menurut Rolland, kebijakan tersebut berisiko salah sasaran karena masyarakat berpenghasilan rendah yang belum mampu melunasi pajak kendaraan justru kehilangan akses terhadap BBM bersubsidi yang dirancang sebagai bentuk perlindungan bagi kelompok rentan.
“Orang yang menunggak pajak belum tentu tidak mau membayar. Bisa saja mereka memang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Jika akses terhadap BBM subsidi ditutup, maka kelompok yang paling membutuhkan justru yang paling terdampak,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan besarnya manfaat fiskal yang akan diperoleh apabila kebijakan tersebut diterapkan. Menurut dia, penerimaan pajak kendaraan hanya merupakan salah satu komponen pendapatan asli daerah (PAD), sementara kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah masih relatif terbatas.
“Dampaknya terhadap peningkatan kemandirian fiskal daerah belum tentu signifikan, sementara potensi dampak sosial dan ekonomi yang muncul bisa jauh lebih besar,” ucapnya.
Rolland menambahkan, mayoritas masyarakat NTT masih bergantung pada sepeda motor sebagai sarana utama mencari nafkah, mulai dari pengemudi ojek, pedagang kecil, petani hingga nelayan.
Apabila mereka tidak lagi dapat membeli Pertalite dan harus beralih ke BBM nonsubsidi, biaya operasional diperkirakan meningkat sehingga dapat mengurangi pendapatan usaha mikro yang selama ini juga didukung pemerintah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi).
Selain itu, ia menilai mekanisme pengawasan di SPBU juga perlu menjadi perhatian. Penempatan petugas dari Samsat maupun kepolisian secara terus-menerus di berbagai SPBU dinilai memerlukan biaya operasional yang tidak sedikit, terutama di wilayah kepulauan seperti NTT.
“Di tengah upaya efisiensi anggaran, tentu perlu dihitung apakah biaya pengawasan yang dikeluarkan sebanding dengan tambahan penerimaan pajak yang dihasilkan. Jangan sampai biaya implementasinya justru lebih besar daripada manfaat yang diperoleh,” tuturnya.
Rolland juga mengingatkan adanya potensi masyarakat beralih membeli BBM di pengecer atau Pertamini apabila akses di SPBU resmi dibatasi.
Menurut dia, kondisi tersebut justru dapat menghambat tujuan kebijakan karena penunggak pajak tetap dapat memperoleh BBM melalui jalur lain, sementara masyarakat harus membeli dengan harga lebih mahal.
“Risiko lainnya adalah terganggunya implementasi program BBM Satu Harga yang selama ini menjadi kebijakan strategis pemerintah untuk menjamin kesetaraan harga energi hingga ke wilayah terpencil. Kalau masyarakat terdorong kembali membeli BBM eceran, tujuan program itu bisa ikut tergerus,” ujarnya.
Rolland mendorong pemerintah lebih mengedepankan pendekatan yang mempermudah kepatuhan masyarakat dibandingkan pendekatan yang bersifat pembatasan.
Ia menyarankan perluasan layanan e-Samsat, peningkatan layanan Samsat Keliling, pemberian opsi pembayaran secara bertahap atau relaksasi denda, serta optimalisasi penagihan melalui mekanisme administrasi kendaraan seperti saat perpanjangan STNK.
“Tujuan meningkatkan kepatuhan pajak tetap harus didukung. Namun, cara mencapainya perlu efektif, efisien, dan tidak mengurangi akses masyarakat terhadap subsidi yang memang disediakan negara bagi kelompok yang membutuhkan,” tutup Rolland.
(tim/mik)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video MG Auto]
Baca lagi: 3 Tips Memilih Waktu Terbaik untuk Terbang agar Terhindar dari Jet Lag
Baca lagi: Seberapa Irit Konsumsi Bahan Bakar Mitsubishi Pajero Sport?
Baca lagi: Sinopsis Enola Holmes 3, Misi Pencarian Sherlock Holmes




35 Responses
pedoman sangat baik , ilmu tanpa batas setelah tau link ini http://www.kufirst.center.ku.ac.th/author/webmaster/page/76/
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke https://cadillacsociety.com/users/bong88living/ deh, lengkap parah!
Saya menyukai cara penyampaian artikel ini karena mudah dipahami. http://ayf.nativeweb.org/ayflitxt.htm
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://www.nsfocus.net/vulndb/13388, lumayan buat pelengkap.
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://www.fundable.com/nhacai-bong88 juga bahas hal yang sama lho.
Saya menikmati pembahasan dari awal hingga akhir. Sebagai pelengkap, ada juga informasi di http://www.rohitab.com/discuss/user/2264548-king88comguru/.
Blog ini punya kualitas tulisan yang konsisten. Saya juga menemukan bacaan serupa melalui https://dreevoo.com/profile_knowledge.php?pid=664289.
Semoga blog ini terus aktif memberikan informasi terbaru. Kalau ada waktu, Anda juga bisa mengunjungi https://www.fantasyplanet.cz/diskuzni-fora/users/king88comguru/.
Penulis sangat jeli menangkap nuansa dan detail kecil yang sering dilewatkan oleh ulasan lain https://www.siteprice.org/competitors/expertadvisorblog.wordpress.comsehingga artikel ini saya nobatkan yang terbaik
Terima kasih atas informasi yang dibagikan. Saya juga menemukan referensi menarik saat mengunjungi http://peterjackson.mee.nu/.
Saya menghargai usaha penulis dalam menyusun artikel ini. Sebagai referensi tambahan, Anda dapat melihat https://issuu.com/hyundaiofalb.
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1973 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Tulisan yang mengedukasi dan membuka perspektif baru bagi pembacanya. Bila berkenan, kunjungi pula http://fatcow.com/blog/?p=330 yang mengulas diskursus terkait dengan cukup tajam.
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1906, lumayan buat pelengkap.
Pembahasannya jelas dan tidak bertele-tele sehingga nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga membandingkannya dengan https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1909 dan keduanya sama-sama bermanfaat.
Artikel ini layaknya vitamin untuk pikiran yang sedang jenuh. Segar, baru, dan penuh warna https://www.kufirst.center.ku.ac.th/kuias_11jan2024/
Sebuah bacaan bermutu tinggi yang menyelamatkan waktu saya dari konten unfaedah https://www.kufirst.center.ku.ac.th/7834-2/
Bahasanya mudah dimengerti banget buat pemula kayak saya. Kemaren sempet nyari-nyari juga dan nemu https://www.hulkshare.com/XclusiveSongsCom/followers yang bahasannya sejalur sama ini.
ebuah kompilasi pemikiran yang rapi, berbobot, dan memiliki legitimasi ilmiah yang kuat http://www.kufirst.center.ku.ac.th/author/kufirst/page/6/
Insightful banget bacanya pagi-pagi gini. Kalau ada yang penasaran sama studi kasus lainnya, coba deh intip https://pmnewsnigeria.com/2023/09/21/unveiling-the-pulse-of-naija-music-hits-and-nigerian-music-awards-a-journey-through-melody-and-recognition/ di situ lengkap juga.
Artikel ini adalah sebuah petualangan logika yang memaksa kita mempertanyakan kembali kemapanan teori lama https://www.kufirst.center.ku.ac.th/post3/ kedua artikel ini memiliki daya tarik nya sendiri
Tulisan ini meninggalkan impresi mendalam yang memicu diskusi lanjutan di luar ruang baca https://www.kufirst.center.ku.ac.th/fikasetsart-food-forum-2-2022-live/
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link https://www.buzzbii.com/epicureannycom?lang=english ini juga sangat direkomendasikan.
Artikel ini menyajikan dialektika yang sehat, menjauhkan pembaca dari kesimpulan yang terburu-buru https://bikeportland.org/latest-headlines-2/page/791 jadi lebih nyaman saat dibaca hingga bagian penutup nya
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://bg.gta5-mods.com/users/epicureannycom yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Penulis menggunakan analogi kontemporer yang sangat cerdas untuk mendekatkan materi kepada pembaca https://ejewishphilanthropy.com/there-is-still-work-to-be-done-on-welcoming-intermarried-families/
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://www.laure.archi.fr/?p=1201, lumayan buat pelengkap.
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke https://www.xvideosxxx.br.com/orgia-na-piscina-do-hotel/, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.
Penulis menggunakan analogi kontemporer yang sangat cerdas untuk mendekatkan materi kepada pembaca https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?kwd=91
Sebuah dinamika narasi yang sangat memikat; argumennya mengalir tanpa ada kesan pemaksaan ide https://www.crunchbase.com/organization/jaali-bean
Bener-bener membuka wawasan baru nih. Makasih sharing-nya! Kebetulan saya juga nemu bahan bacaan yang relate banget di http://www.all4music.ugu.pl/profile.php?mode=viewprofile&u=70824 cekidot aja guys.
Artikel ini layak dikategorikan sebagai instrumen pembelajaran mandiri yang mampu menaikkan standar literasi pembacanya https://www.cbsnews.com/detroit/news/hanukkah-traditions-begin-with-8-days-nights-of-observance/
Pembahasannya jelas dan tidak bertele-tele sehingga nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga membandingkannya dengan https://kldp.org/comment/257224 dan keduanya sama-sama bermanfaat.
Keren ulasannya, daging semua! Pas banget nih, barusan gw juga baca materi yang sepemahaman di https://kldp.org/node/62934 lumayan buat bahan bacaan ekstra.
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://kldp.org/comment/257894 yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.