
Jakarta, MG Auto Indonesia
—
TVS Motor Indonesia
menyoroti semakin banyaknya merek sepeda motor listrik dipasarkan di Indonesia.
Menurut Country Head of Sales TVSMCI Alvin Tan bahwa persaingan segmen motor listrik sangat ketat, dan perusahaan menilai tidak semua merek punya keberlanjutan bisnis untuk jangka panjang.
Ia menjelaskan sejumlah merek “kehabisan bensin” dan tidak memiliki kemampuan untuk bertahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan di industri motor listrik nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
”
Once again
, kalau untuk motor listrik mungkin teman-teman tahu mereknya banyak banget. Hari ini ada, mungkin bulan depan sudah enggak ada,” kata Alvin di Jakarta, belum lama ini.
Ia menegaskan berbagai merek motor listrik muncul di Indonesia, namun merek gugur satu persatu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu pihaknya fokus tidak sekadar menghadirkan produk baru, melainkan memastikan sepeda motor yang dipasarkan memiliki keberlanjutan sesuai dengan apa yang sangat dibutuhkan konsumen saat ini.
Seiring dengan itu diharapkan produk TVS dapat melayani kebutuhan konsumen sehari-hari untuk jangka waktu panjang.
TVS sendiri baru memiliki satu motor listrik untuk pasar Indonesia yaitu iQube S yang dijual Rp29,9 juta.
“Jadi ya kami akan memastikan produk yang diluncurkan oleh TVS itu benar-benar produk yang memang
sustainable
,” ujarnya.
Alvin melanjutkan keberlangsungan sebuah merek menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen, terutama di segmen kendaraan listrik yang saat ini masih berkembang.
“Bukannya hari ini ada, nanti bulan depan, tiga bulan sudah enggak ada lagi,” tutup dia.
(ryh/mik)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video MG Auto]
Baca lagi: FOTO: Flash Mob Para Penari di Pasar Baru
Baca lagi: Rupiah Kian Loyo di Level Rp17.988 per Dolar AS Pagi Ini
Baca lagi: KPop Demon Hunters Gelar Sing-Along di Jakarta, Pertama di ASEAN




9 Responses
Gila, ini sih yang dari kemaren saya cari-cari. Penulisannya asik! Kalau butuh sudut pandang lain, bisa juga baca-baca di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=287545 ya guys.
Informatif parah! Akhirnya paham juga sama materi ini. Sekadar nambahin aja, di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=289210 juga ada ulasan yang gak kalah seru soal isu ini.
Semoga kualitas artikel seperti ini terus dipertahankan. Saya juga mengikuti perkembangan informasi melalui [https://hypothes.is/search?q=tag%3A%08Browser&page=1](https://hypothes.is/search?q=tag%3A%08Browser&page=1).
Setiap paragraf memiliki alur yang jelas sehingga nyaman diikuti. Saya juga melengkapi referensi dengan membuka [https://www.travelweekly.com/Hotels/Mountain-View-CA/Super-8-Mountain-View-p57584173](https://www.travelweekly.com/Hotels/Mountain-View-CA/Super-8-Mountain-View-p57584173).
Artikel seperti ini membuat pembaca mendapatkan manfaat tanpa harus mencari terlalu banyak sumber. Saya juga membaca tambahan informasi dari [https://www.techmeme.com/080926/p22](https://www.techmeme.com/080926/p22).
Tulisan ini memuat identifikasi titik buta (blind spots) industri dengan tingkat akurasi yang hanya bisa dicapai melalui riset mendalam. https://teknokrat.ac.id/sjachroedin-zp-puji-rektor-universitas-teknokrat-indonesia-atas-pesatnya-pembangunan-masjid-al-hijrah-kota-baru/
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=302856 di sana ulasannya lumayan ngebantu.
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan https://kldp.org/comment/265214 ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://blog.aladin.co.kr/autonomist/448745 tadi.